6 Manfaat Zakat Fitrah dan Zakat Mal Menurut Islam Sumber

Membayar zakat fitrah menjadi bagian penting pada ibadah di bulan Ramadhan, juga merupakan rukun Islam sehingga tidak boleh ditinggalkan. Perintah tersebut dijelaskan dalam sebuah ayat yang berbunyi, “Dan kerjakanlah shalat, tunaikanlah (membayar) zakat, serta ruku’lah berserta orang-orang yang ruku” (Al Baqarah : 43), juga diterangkan dalam keterangan ayat lain, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, karena zakat itu kamu dapat membersihkan dan menyucikan mereka.” (At Taubah : 103) Selain zakat yang berupa bahan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari misalnya beras, ada lagi zakat mal. Untuk zakat yang berupa beras ketentuannya satu sok (ukuran timbangan Arab), yang bila dikurskan ke dalam harga kita menjadi 2,7 kg atau setara 3,5 liter. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan oleh umat muslim dengan tujuan membersihkan hartanya, bentuknya bermacam-macam, misalnya : sawah, ladang, toko,ternak, kendaraan, profesi, tabungan, rumah, serta barang berharga lain. Begitu pentingnya kewajiban tersebut, hingga tanpa disadari banyak memberi manfaat bagi orang iman itu sendiri, seperti :
  1. Menyucikan Harta
Sudah sedikit disinggung di atas tadi dalam surat At Taubah ayat 103, bahwa dengan berzakat akan membersihkan dan menyucikan semua harta kita. Karena faktanya apa yang kita miliki bukan sepenuhnya menjadi milik diri sendiri, akan tetapi juga milik orang lain, dan itu harus didatangkan pada mereka yang berhak menerima. 2. Untuk Menghapus Dosa Merujuk pada hadist riwayat Abu Daud dan Ibnu Majjah, bahwa nabi Muhammad saw mengharuskan seluruh umatnya untuk berzakat fitrah, sebagai pembersihan diri dari shaum atau berpuasa di bulan Ramadhan, dari perbuatan keji serta untuk memberi makan kaum fakir miskin. 3. Membantu Fakir Miskin Ketentuan membayar zakat fitrah yang benar dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan esok hari. Jadi malam sebelum hari raya tiba, semua sudah dikumpulkan ke badan amil, untuk selanjutnya dibagikan kepada para fakir miskin. Ini bertujuan agar mereka semua dapat ikut bergembira, merasakan kebahagiaan di hari kemenangan itu. 4. Meminimalisir Faktor Kecemburuan Sosial Kecemburuan sosial yang terjadi dalam pergaulan di masyarakat kita sesungguhnya sangatlah mengerikan, terutama jika hal tersebut menimpa kepada yang berpunya. Hal tersebut dapat memantik kejahatan tersendiri, bila yang merasa tak berdaya, memiliki hati dan niat buruk, ingin mencelakai yang terlihat berharta benda. Karena memang terbukti kekayaan mampu membutakan mata hati dan naluri manusia. Dengan mengeluarkan zakat kepada yang pantas menerima, dapat meminimalisir keadaan buruk itu, sebab mereka telah merasa dimanusiakan oleh sesamanya. 5 .Menumbuhkan Jiwa Toleransi Jaman sekarang sikap dan jiwa toleransi pada sesama sangat sulit. Orang rata-rata akan berubah perangai, jika sudah mampu mencukupi segala keperluan hidupnya, apalagi bila memang dapat mendapatkan lebih. Menjadi sombong, takabur atau egois pada lingkungan sekitar adalah hal biasa. Lalu zakat fitrah menghapus semua keadaan tidak baik itu. Yang berada mendatangkan kewajibannya kepada yang tak berpunya, menumbuhkan sikap baik dan mulia. 6 .Meningkatkan Sikap Peduli Sudah sedikit dijelaskan tadi bahwa dengan berzakat fitrah menumbuhkan jiwa toleransi. Namun tidak hanya itu saja manfaat kebaikan lainnya. Sikap saling peduli dan memberikan rasa empati pada sesama juga semakin meningkat. Akibatnya akan tumbuh rasa menghargai, menghormati dan jauh dari prasangka buruk.